Berita  

Mengenal Lebih Dekat Komisaris Ranah Nusantara

Dari Wartawan Hingga Ciptakan Mahakarya Integritas di Bumi Melayu

KAUR,RANAHNUSANTARA.COM — Menakhodai sebuah perusahaan pers di era digital bukanlah perkara mudah. Di saat banyak media siber terjebak dalam pusaran arus informasi yang instan dan pragmatis, sebuah potret kokoh diperlihatkan oleh Komisaris Ranah Nusantara Julianto, S.I.Kom. Sosok di balik kemudi PT. Radar Melayu Sejahtera (radarmelayu.com) ini berhasil membuktikan bahwa jurnalisme lokal tidak hanya bisa bertahan, tetapi mampu bertransformasi menjadi pusat ekosistem kepercayaan publik yang berwibawa dan mandiri secara finansial.

Membaca rekam jejak pria yang akrab disapa Bang Julian ini layaknya membedah sebuah cetak biru (blueprint) ideal mengenai bagaimana seorang Media Persona daerah dibangun. Langkahnya tidak instan; ia merajut pengaruh, integritas, dan gurita bisnisnya dari bawah—dari debu lapangan hingga ke puncak kompetensi tertinggi pers nasional.

 

Pondasi Akademis dan Mahkota Wartawan Utama

Langkah taktis Julianto berakar kuat pada latar belakang keilmuannya. Lulus sebagai sarjana Ilmu Komunikasi (S.I.Kom) dengan predikat Cumlaude (IPK 3,65), ia mengawinkan teori komunikasi massa dengan realitas sosiologis masyarakat sejak merintis karier lapangan pada tahun 2010 di Harian Radar Selatan.

Darah jurnalisme yang mengalir di tubuhnya bukan sekadar hobi. Dedikasinya diuji secara berjenjang hingga ia mengantongi sertifikasi Wartawan Madya pada tahun 2013, dan mencapai kasta tertinggi profesionalisme pers dengan menyandang predikat Wartawan Utama dari Dewan Pers pada akhir tahun 2022. Legitimasi ini kian kokoh di tingkat kelembagaan seiring amanah yang dipikulnya sebagai Sekretaris PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Kabupaten, sebuah posisi strategis yang menempatkannya sebagai salah satu tokoh kunci dalam menata ekosistem media massa di daerah.

 

“Lolos Sensor” Lembaga Antirasuah dan Validasi Data BPS

Jika ada satu modal yang paling mahal dalam dunia pers, maka itu adalah Integritas. Di ruang tamu kediamannya, deretan piagam penghargaan menjadi saksi bisu atas kejujuran dan akuntabilitas personalnya. Julianto tercatat sebagai Responden Eksper/ Ahli /Stakeholder Terpilih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama tiga tahun berturut-turut—sebuah pengakuan langka dari lembaga antirasuah atas objektivitas dan kebersihan rekam jejaknya dalam menilai risiko korupsi di birokrasi daerah.

Tidak hanya jujur, ia juga dikenal sebagai pemegang kendali data lapangan yang presisi. Aktif sebagai Mitra Statistik Badan Pusat Statistik (BPS), ia berulang kali menyabet penghargaan sebagai petugas lapangan terbaik. Mulai dari predikat Petugas PPL Terbaik dalam Sensus Ekonomi, hingga penghargaan dalam survei-survei dengan tingkat kerumitan metodologi tinggi seperti Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional) dan Seruti (Survei Ekonomi Rumah Tangga Triwulanan). Penguasaan data mikro inilah yang membuat setiap analisis pemberitaan di portal Radar Melayu selalu selangkah lebih tajam, akurat, dan berbobot dibandingkan kompetitornya.

 

Jangkar Transformasi Ekonomi dan Koperasi Desa

Kredibilitas data dan integritas moral yang diakui negara tersebut pada akhirnya membuka pintu kepercayaan dari kementerian pusat. Sejak tahun 2025, Julianto dipercaya memegang tongkat komando sebagai Koordinator Bisnis sekaligus Business Assistant (BA) program KDKMP (Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih) di wilayah Kabupaten Kaur. Dalam program strategis nasional ini, ia menjadi motor penggerak pembangunan fisik dan tata kelola gerai niaga desa, berkolaborasi langsung dengan unsur TNI dan pemerintah daerah.

Kapasitasnya di sektor makro-ekonomi kerakyatan kian paripurna setelah ia terpilih menjadi Fasilitator Nasional Talentakop di bawah Kementerian Koperasi RI, serta didaulat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Digitalisasi pada Pengurus Wilayah Perkopdesi (Perkumpulan Pengelola Koperasi Desa Indonesia) Provinsi Bengkulu. Melalui peran ini, ia bertindak sebagai arsitek yang menuntun ribuan koperasi desa di Bumi Rafflesia menuju modernisasi sistem keuangan dan pasar digital.

 

Otot Logistik Mandiri: Mengunci Independensi Pers

Namun, keunikan terbesar dari “The Julianto Model” adalah visinya yang matang mengenai kemandirian finansial media. Di bawah bendera PT. Radar Melayu Sejahtera, ia tidak membiarkan medianya hidup dari belas kasihan atau intervensi anggaran daerah. Ia membangun otot bisnis fisiknya sendiri dengan menjadi Mitra Utama/Agen Resmi J&T Cargo wilayah Kaur.

Sinergi lingkaran tertutup (closed-loop ecosystem) pun tercipta dengan sangat sempurna. Aktivitas digitalisasi koperasi desa yang ia bina melalui Perkopdesi mungkin kedepan menciptakan lonjakan arus pengiriman barang komoditas dan UMKM. Kebutuhan distribusi logistik yang masif tersebut langsung dilayani secara komersial oleh lini bisnis Cargonya, sementara perkembangan dan pemasarannya disuarakan secara luas oleh portal berita Radar Melayu. Sebuah perputaran arus kas (cash flow) harian yang kokoh, sehat, dan mandiri.

Melalui integrasi apik antara S1 Ilmu Komunikasi, Wartawan Utama Dewan Pers, Sekretaris PWI, Mitra Terbaik BPS, Responden KPK, Koordinator KDKMP, hingga Pengusaha J&T Cargo, sosok Julianto telah menunjukkan wajah baru pers lokal masa kini. Ia membuktikan bahwa pemilik media modern tidak boleh hanya pandai menulis, tetapi harus mampu menjadi katalisator pembangunan ekonomi riil di akar rumput, kemampuannya yang sudah menerbitkan ribuan berita menjadikan teladan kami dari ranah nusantara. Sebuah keteladanan berharga dari ujung selatan Bengkulu untuk dunia pers Indonesia, sehingga suatu keberuntungan bagi kami media yang baru berdiri beliau bersedia didaulat menjadi komisaris dari media Ranah Nusantara.(red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *